Membangun Bisnis (Wirausaha) Katering

|

Bisnis (wirausaha) katering merupakan salah satu bisnis (wirausaha) yang mendatangkan profit (keuntungan) besar untuk dijalankan. Bisnis (wirausaha) katering mulai berkembang dan banyak dibutuhkan saat ini, baik itu untuk keperluan hajatan, kantor, pabrik, sekolah dan sebagainya.

Membangun Bisnis (Wirausaha) Katering

Untuk memulai (membangun) bisnis (wirausaha) katering, maka dapat memperhatikan hal-hal berikut :

Prospek Usaha Bisnis (Wirausaha) Katering :

  1. Peminat dan permintaan semakin meningkat saat ini.
  2. Banyak dibutuhkan untuk acara hajatan maupun kantor dan pabrik ataupun sekolah yang tidak memiliki fasilitas kantin.

Persiapan Bisnis (Wirausaha) Katering :

  1. Lokasi tempat usaha (dapur/rumah sendiri yang diatur rapi dan efisien ataupun dengan menyewa gedung).
  2. Peralatan (kompor, penggorengan, panci, teflon, rak, bumbu dapur dan sarana transportasi pengiriman).
  3. Karyawan (mengajak adik, anak, saudara, ataupun orang/kenalan yang memiliki keahlian memasak).
  4. Jenis katering (katering hajatan, katering kantor, katering pabrik, katering sekolah, katering rumah).
  5. Keahlian memasak (mengiris bahan makanan, mencuci dan mengolah serta menyajikannya).
  6. Bahan baku (mencari pemasok bahan baku terbaik dari segi kualitas serta harga).
  7. Aneka makanan dan variasinya (selera dan standar masakan/makanan/rasa khusus istimewa).

Strategi Bisnis (Wirausaha) Katering :

  1. Nama dan merk berbeda dari pesaing.
  2. Paket katering khusus dengan menu-menu spesial dan istimewa.
  3. Promosi (selebaran/brosur, banner, media cetak dan eleketronik maupun promosi dari mulut ke mulut).
  4. Bergabung dengan asosiasi bisnis boga ataupun perkumpulan hobi dan ahli memasak untuk mendapatkan informasi terkini mengenai masakan dan menu-menu masakan baru untuk diterapkan pada bisnis (wirausaha) katering.
  5. Hias kemasan makanan katering dengan hiasan indah dan cantik.
  6. Memberi diskon khusus bagi pelanggan.
  7. Bonus gratis biaya pengiriman luar kota.
  8. Menghias kendaraan transportasi pengiriman katering dengan merk/nama/brand katering.
  9. Memperluas bisnis (wirausaha) katering dengan membuat bisnis (wirausaha) penyewaan alat-alat masak dan perlengkapannya untuk acara hajatan dan sejenisnya.

Kemungkinan Hambatan (Kendala) Bisnis (Wirausaha) Katering :

  1. Sepi peminat (kreasi menu masakan dan makanan berbeda, menambah rasa dan selera pada masakan dan makanan, pengaturan kembali paket serta harga, melakukan promosi lebih luas melalui saudara, kerabat, teman, tetangga dan lain-lain).
  2. Naiknya harga bahan baku masakan dan makanan (manajemen pengelolaan dan penyimpanan bahan masakan dan makanan secara efisien tanpa banyak pemborosan penggunaan).
  3. Persaingan (pengaturan ciri khas masakan dan makanan serta paket harga untuk pelanggan).
  4. Modal (Dapat disiasati melalui patungan, peminjaman uang bank, peminjaman kepada pabrik/kantor/perusahaan relasi dan lain-lain).
  5. Masakan dan makanan tidak sesuai dengan selera pelanggan (melakukan survey selera masakan dan makan dan mengatur kembali menu makanan dan masakan beserta paket harga dan lain-lain).

Ilustrasi Perhitungan Titik Balik Modal Bisnis (Wirausaha) Katering :

  1. Investasi Awal
    • Peralatan dan perlengkapan = Rp. 10.000.000
    • Modal cadangan = Rp. 5.000.000
    Total Investasi Rp. 15.000.000

  2. Pendapatan / Bulan
    Asumsi 800 pesanan per bulan dengan harga tiap paket Rp. 12.500 : 800 x Rp. 12.500 = Rp. 10.000.000
    Total Pendapatan Rp. 10.000.000

  3. Pengeluaran / Bulan
    • Bahan baku = Rp. 2.500.000
    • Gaji karyawan : 4 orang x Rp. 600.000 = Rp. 2.400.000
    • Beban listrik, air dan gas = Rp. 600.000
    • Biaya operasional lainnya = Rp. 500.000
    Total Pengeluaran Rp. 6.000.000

  4. Laba Bersih / Bulan
    Pendapatan/bln - Pengeluaran/bln = Rp. 4.000.000

  5. Titik Balik Modal
    Investasi Awal : Laba Bersih/Bulan = 4 Bulan

Sumber (dengan sedikit penyesuaian) : Ilham Buchori. 2009. 14 Peluang Usaha di Kala Krisis. Maxikom : Palembang.